Selasa, 08 Maret 2011

Sakit

Satu kata. Sangat singkat. Begitu miris. Trenyuh sekali mendengarnya.
Hmmm.. Namanya adalah "SAKIT" !

Untukmu hey LELAKI yang aku cintai !!!!
Ehm.. sebentar.
Lebih tepatnya lelaki yang aku cintai tetapi melukaiku.
Benar-benar perih.
Aku mencoba. Mencoba untuk tetap bersabar.
Tetapi kapan kamu bisa sedikiiit saja peka.


Okay.
Waktu demi waktu dilalui dengan hal-hal yang begitu-begitu saja.
MONOTON!!!
Hampa. Sesak. Perih. Sakit.
Sudah menjadi santapan 'lezat' sehari-hari.



Ketidakpedulianmu.
Di depan sobat-sobat kentalmu, aku seperti bukan apa-apamu.
Lalu seringkali tiap kita berpapasan, menyapa saja tidak.
Lihat pun juga tidaak.
Astaghfirullah,
Lalu kamu anggap apa aku ini???
Kenapa dulu kamu memintaku untuk mengisi kosongnya hatimu. Jika yang kamu beri hanya luka.

Luka ini sudah terbuka. Menganga. Belum lebar.
Pesanku untukmu.
Jangan sampai luka ini terlanjur menganga  begitu lebarnya seiring dengan sikapmu yang tetap seperti itu.
Jangan pernah merengek, menangisi, dan meratapi KEPERGIANKU suatu saat nanti.

Ingat itu.


 

1 komentar:

  1. benar-benar curahan dari lubuk, btw saya suka gaya penulisan km...trs berkarya yh...semangat...^_^

    BalasHapus