Selasa, 08 Maret 2011

Sakit

Satu kata. Sangat singkat. Begitu miris. Trenyuh sekali mendengarnya.
Hmmm.. Namanya adalah "SAKIT" !

Untukmu hey LELAKI yang aku cintai !!!!
Ehm.. sebentar.
Lebih tepatnya lelaki yang aku cintai tetapi melukaiku.
Benar-benar perih.
Aku mencoba. Mencoba untuk tetap bersabar.
Tetapi kapan kamu bisa sedikiiit saja peka.


Okay.
Waktu demi waktu dilalui dengan hal-hal yang begitu-begitu saja.
MONOTON!!!
Hampa. Sesak. Perih. Sakit.
Sudah menjadi santapan 'lezat' sehari-hari.



Ketidakpedulianmu.
Di depan sobat-sobat kentalmu, aku seperti bukan apa-apamu.
Lalu seringkali tiap kita berpapasan, menyapa saja tidak.
Lihat pun juga tidaak.
Astaghfirullah,
Lalu kamu anggap apa aku ini???
Kenapa dulu kamu memintaku untuk mengisi kosongnya hatimu. Jika yang kamu beri hanya luka.

Luka ini sudah terbuka. Menganga. Belum lebar.
Pesanku untukmu.
Jangan sampai luka ini terlanjur menganga  begitu lebarnya seiring dengan sikapmu yang tetap seperti itu.
Jangan pernah merengek, menangisi, dan meratapi KEPERGIANKU suatu saat nanti.

Ingat itu.


 

Minggu, 06 Maret 2011

PILIHAN itu RESIKO

Hidup merupakan suatu naungan atau kediaman dimana di dalamnya terdapat berbagai macam individu dengan latar belakang yang berbedaa (wusss bosoku rekk) hahahaaaa
Dan hidup penuh dengan PILIHAN serta TANTANGAN ...
Di sinilah kita dituntut untuk dapat memilah-milah jalan mana, tantangan mana yang akan kita ambil untuk kelangsungan masa depan kita ... *Ceilaah!
Maka dari itu jika kita telah memilih jalan hidup, serta keputusan2 yang telah bulat, terima juga apapun resikonya,
Dan jangan pernah mengeluh, karena itu pilihan kitaaa sendiri  :)




                     S M I L E    F O R   H A P P I N E S S    . . . . . . . .  :))

Kamis, 13 Januari 2011

Bayi kecil nan mungil, bagaimana kabarmu Sayang ??

Masih kuingat saat aku bersama seorang temanku menuju pusat perbelanjaan . Saat berjalan kaki hendak memasuki mall tersebut, aku melihat seorang anak kecil bersama sang bayi yang duduk di lantai yang dingin . Kulihat anak tersebut meminta-minta, sedangkan sang bayi terlihat seperti sedang kedinginan dan kelaparan .
Sangat memilukan Ya Tuhan...
Bayi sekecil itu ditaruh begitu saja di lantai, dan hanya ditemani kakaknya yang bisa dibilang masih terlalu kecil untuk menjaganya ..
Sejenak aku berhenti dan terdiam .
Lalu kuputuskan untuk menghampiri mereka dan mengelus-elus sang bayi mungil tersebut .
Aku bertanya pada si kakak di mana Ibu mereka .
Dia menjawab bahwa ibunya sedang bekerja di sebuah pabrik kapas .

Mungkin pulangnya sekitar jam 9 malam .
Ya Tuhan ... (pekikku dalam hati)
Ini masih jam berapa, masih jam 6an ..

Yang ada di pikiranku saat itu hanya ingin membawa mereka pergi dari tempat itu .
Karena aku benar-benar tidak tega melihat keadaan mereka ....
Tetapi akal sehatku kembali bertengger dalam otakku .
Hmm ...
Aku hanya bisa berdoa, semoga sang Ibu cepat kembali dan setidaknya membawa makanan untuk mereka .
Karena jujur saja ...
Aku sangat mengkhawatirkan mereka !!!!

Emmm...
Bagaimana kabarmu ya sang bayi mungil sayang ???






Aku rindu melihatmu lagi :)

Rabu, 12 Januari 2011

Malamku..

Desah angin yang kencang, laptop, handphone, guling, bantal, dan semuanya yang menemani malamku kali ini .
Malam yang begitu terasa sunyi .
Yaaaah..
Mau tak mau aku harus menikmati kesendirianku malam ini .
Pikiranku sedang kacau ...

Arrrrrgggghhh !!!!
Hatiku gundah.. benar-benar membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah,
Tapi pada siapa ???


Ya Tuhan..
ngomong apa sih aku ini ...
 

Hmmm...
Back to reality .
Come on .... do not be defeated by the current turmoil !!
Bismillahirrohmanirrohim ...


I'll put my sweet smile on my evening and will continue like this till later :)

Harapan untuk kehidupan

Selalu saja ada harapan serta sekelumit keinginan yang aku panjatkan kepadaNya ..
Harapan yang tak pernah berhenti kudambakan ,,
Aku merindukan suatu suasana dimana aku dapat hidup dengan NYAMAN  dan dikelilingi orang-orang yang membuatku selalu tersenyum bahagia ...

Tetapi kenyataannya TIDAK !!
Hidupku memang penuh dengan materi yang berlimpah ruah,
Dan dengan keadaan seperti itu aku bagaikan seekor burung di dalam sangkar emas yang digembok dengan gembok terkuat di dunia .

Hmmm...
Memang ENAK SEKALI hidup seperti ini kata orang-orang .
Tapi...
Mereka tak pernah mengerti betapa tersiksanya aku dengan keadaan hidupku seperti ini !!!!
Mereka tak pernah tahu akan jeritan tangis dalam hatiku !!
Mereka tak pernah bisa memahami apa yang aku rasakan setiap harinya ..

Rumah mewah, baju-baju branded, uang bertumpuk, kartu ATM yang menggunung, makanan serba hangat, keamanan yang ketat.
Tapi itu semua membuatku semakin merasa KESEPIAN !!!

Aku memang mempunyai keluarga, tapi mereka sibuk sekali dengan urusan mereka masing-masing..
Jarang ada di rumah, jarang ngobrol bersama..
Itulah yang aku rindukan saat ini..

"Tuhan,, aku hanya ingin satu sajaa... Aku ingin memiliki kehidupan yang sederhana tetapi di dalamnya aku bisa merasakan kenyamanan.. hanya itu Tuhan.. hanya itu pintaku...."




nb: sebuah cerita serta jeritan hati bagi mereka yang TERSIKSA di balik kemewahan hidup yang mereka miliki.

Untuk apa mereka dilahirkan ??

Sekumpulan anak kecil sedang menawarkan dagangan koran mereka kepada orang-orang yang sedang sibuk melakukan aktivitas masing-masing di sekitar pusat perbelanjaan. Salah seorang di antara mereka menawarkan dagangannya dengan menangis. Dia terlihat begitu sayu dan tubuhnya sangat kurus. Yah.. Dapat disimpulkan bahwa anak tersebut sedang kelaparan. Dia sedang merasakan lapar yang teramat sangat, sehingga menawarkan dagangan korannya dengan tubuh yang gemetar dan menangis.
Sungguh pemandangan yang memilukan..
Seseorang yang sedari tadi mengamati anak tersebut, lalu menghampirinya serta bertanya, "Kenapa Nak kamu menangis??"
Anak tersebut menjawab, "Saya lapar..."
Sangat singkat sekali jawabannya, tetapi rasa lapar itu benar-benar sedang menggerogoti lambungnya.
Orang tersebut lalu mengajaknya duduk sambil membelikan makanan serta mengajaknya bicara.

Setelah makanan yang dipesan telah diantar, langsung saja anak itu melahap makanannya dengan sangat rakus.
Sangat terlihat begitu laparnya dia.
Orang tersebut lalu membuka pembicaraan...
O : "Nak, Ibu dan Ayahmu dimana ??"
A : "Ibu di rumah, Ayah sudah lama meninggal"
O : "Lho, Ibumu nggak kerja??"
A : "Nggak, aku jualan koran. Trus aku ngasih setoran ke Ibu."

Orang tersebut sangat terkejut mendengar pengakuan si anak.
Lalu dia melanjutkan...
O : "Trus uangnya ini kamu buat apa Nak??"
A : "Nggak tau, kan uangnya aku setorin ke Ibu."
O : "Kamu nggak mau sekolah Nak?? Kamu masih terlalu kecil buat kerja seperti ini. Anak seusia kamu umumnya kan sekolah.."
A : "Ya ini yang bisa aku lakukan untuk nyambung hidup Mbak. Masalah pintar atau nggak itu nggak penting. Yang penting sekarang itu urusan perut. Ibu bilang aku nggak perlu sekolah, yang penting kerja"

Mendengar itu, orang tersebut berkata dalam hati, "Masya Allah... Betapa kasihannya anak ini serta anak-anak yang lain yang berprofesi sama.. Untuk apa mereka dilahirkan di dunia ini jika hanya menjadi pekerja loper koran seperti ini.. Apa maksud dari orangtua mereka yang tidak mengizinkan mereka untuk bersekolah, untuk mengenyam pendidikan agar kelak mereka dapat dibanggakan?? Untuk apa mereka dilahirkan hanya menjadi suruhan orangtua yang tidak bertanggungjawab untuk merawat mereka??"

Fenomena seperti ini sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari..
Padahal seharusnya..
MEREKA DILAHIRKAN KELAK UNTUK MENJADI PEMIMPIN BANGSA !!!